Selasa, 14 September 2021

Keindahan Dieng yang Mulai Diselimuti Embun Es

Keindahan Dieng yang Mulai Diselimuti Embun Es

Embun es atau bun upas ulang nampak di Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah, pada Jumat pagi (12/6) kemarin. Ini kemunculan pertamanya pada musim kemarau tahun ini.

Embun es tidak tebal dilaporkan kelihatan di pelataran Kompleks Candi Arjuna, Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara. Seperti tahun yang sudah-sudah, kemunculan embun es ini disambut gembira.

Kemunculan embun es umumnya disusul bersama meningkatnya kunjungan wisata di Dieng. Tetapi, tidak tahun ini. Seiring bersama ketetapan menutup objek wisata di Dieng sepanjang jaman pandemi Covid-19.

"Ya kan ditutup. Sayang sekali tidak ada yang berkunjung," kata Slamet Budiono, Kepala Desa Dieng Kulon jogja .

Kemunculan embun es ini diperkirakan bukan yang terakhir. Sebab bulan Juni barulah awal kemarau. Embun es diperkirakan dapat berpotensi nampak sampai Agustus mendatang.

"Bahkan kalau kemarau panjang embun es sanggup nampak sampai September," ucapnya.

Penjelasan BMKG soal Kemunculan Embun Es

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Banjarnegara, Setyoajie Prayodie, menjelaskan kala ini beberapa lokasi Jawa Tengah udah masuk musim kemarau. Hal itu ditandai bersama menguatnya angin timuran.

Peristiwa embun upas adalah fenomena yang umum terjadi di lokasi dataran tinggi Dieng (Dieng Plateau) bersama topografi pegunungan bersama ketinggian di atas 2.000 meter berasal dari permukaan laut. Periode kemunculannya bulan Mei-Agustus kala musim kemarau tengah berlangsung.

"Hal ini mengakibatkan minimal uap air yang terbentuk meski pun hanya sedikit yang berkurang berasal dari kondisi normal," kata Setyoajie.

Setyo mengungkapkan, berasal dari citra satelit Himawari-8 pada kanal Water Vapour, Jumat 12 Juni 2020 jam 14.00 WIB nampak intrusi kering berasal dari Australia kuat di lokasi Jawa Tengah. Di lain sisi, karena adanya intrusi udara kering mengakibatkan berkurangnya uap air mengakibatkan pembentukan awan berkurang lebih-lebih condong tidak terbentuk awan.

Akibatnya outgoing solar radiation berasal dari gelombang panjang permukaan bumi menjadi tinggi karena tidak ada awan sebagai penahan, Outgoing solar radiation yang tinggi mengakibatkan suhu udara turun drastis sehingga pada dini hari suhu sanggup menggapai di bawah titik beku.

Meski embun udah muncul, BMKG mengimbau sehingga penduduk senantiasa tenang tapi waspada. Jika butuh Info mengenai iklim dan cuaca warga sanggup menghubungi kantor BMKG terdekat atau pantau segera lewat aplikasi infoBMKG yang sanggup diunduh di Playstore atau Appstore bagi pengguna perangkat telephone selular.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar